Website Resmi MIN 7 Tangerang

Struktur Kurikulum

STRUKTUR DAN MUATAN KURIKULUM

  1. Struktur Kurikulum

Struktur Kurikulum merupakan pengorganisasian Kompetensi Inti, Kompetensi Dasar, muatan Pembelajaran, mata pelajaran, dan beban belajar pada setiap satuan pendidikan dan program pendidikan. Kompetensi Inti merupakan tingkat kemampuan untuk mencapai Standar Kompetensi Lulusan yang harus dimiliki seorang Peserta Didik pada setiap tingkat kelas atau program yang menjadi landasan pengembangan Kompetensi Dasar. Kompetensi Dasar yang  merupakan tingkat kemampuan dalam konteks muatan Pembelajaran, pengalaman belajar, atau mata pelajaran yang mengacu pada Kompetensi Inti

  1. Kompetensi Inti (KI)

Kompetensi Inti Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah (SD/MI) merupakan tingkat kemampuan untuk mencapai Standar Kompetensi Lulusan (SKL) yang harus dimiliki seorang peserta didik SD/MI pada setiap tingkat kelas. Kompetensi inti dirancang untuk setiap kelas. Melalui kompetensi inti, sinkronisasi horisontal berbagai kompetensi dasar antarmata pelajaran pada kelas yang sama dapat dijaga. Selain itu sinkronisasi vertikal berbagai kompetensi dasar pada mata pelajaran yang sama pada kelas yang berbeda dapat dijaga pula.

Rumusan kompetensi inti menggunakan notasi sebagai berikut:

  1. Kompetensi Inti-1 (KI-1) untuk kompetensi inti sikap spiritual;
  2. Kompetensi Inti-2 (KI-2) untuk kompetensi inti sikap sosial;
  3. Kompetensi Inti-3 (KI-3) untuk kompetensi inti pengetahuan; dan
  4. Kompetensi Inti-4 (KI-4) untuk kompetensi inti keterampilan.

Adapun Kurikulum yang dikembangkan oleh MI Negeri 7 Tangerang dengan karakteristik sebagai berikut.

  • Mengembangkan keseimbangan antara sikap spiritual dan sosial, pengetahuan, dan keterampilan, serta menerapkannya dalam berbagai situasi di Madrasah dan masyarakat;
  • Menempatkan sekolah sebagai bagian dari masyarakat yang memberikan pengalaman belajar agar peserta didik mampu menerapkan apa yang dipelajari di Madrasah ke masyarakat dan memanfaatkan masyarakat sebagai sumber belajar;
  • Memberi waktu yang cukup leluasa untuk mengembangkan berbagai sikap, pengetahuan, dan keterampilan;
  • Mengembangkan kompetensi yang dinyatakan dalam bentuk kompetensi inti kelas yang dirinci lebih lanjut dalam kompetensi dasar mata pelajaran;
  • Mengembangkan kompetensi inti kelas menjadi unsur pengorganisasi (organizing elements) kompetensi dasar. Semua kompetensi dasar dan proses pembelajaran dikembangkan untuk mencapai kompetensi yang dinyatakan dalam kompetensi inti;
  • Mengembangkan kompetensi dasar berdasar pada prinsip akumulatif, saling memperkuat (reinforced) dan memperkaya (enriched) antar-mata pelajaran dan jenjang pendidikan (organisasi horizontal dan vertikal).

Dengan mengacu pada enam karakteristik tersebut maka seluruh aktivitas penerapan kurikulum berpusat pada usaha mewujudkan kompetensi inti yang diwujudkan dengan menempatkan sekolah sebagaian bagian dari sistem masyarakat.

 

  1. Kurikulum Pendidikan Dasar
  2. Pendidikan Dasar

Struktur Kurikulum untuk satuan pendidikan dasar berisi muatan umum. Muatan umum yang dimaksud terdiri atas:

  • muatan nasional untuk satuan pendidikan; dan
  • muatan lokal untuk satuan pendidikan sesuai dengan potensi dan keunikan lokal.

Kompetensi Inti merupakan tingkat kemampuan untuk mencapai Standar Kompetensi Lulusan yang harus dimiliki seorang Peserta Didik pada setiap tingkat kelas atau program yang menjadi landasan Pengembangan Kompetensi dasar. Kompetensi Inti yang dimaksud mencakup: sikap spiritual, sikap sosial, pengetahuan, dan keterampilan yang berfungsi sebagai pengintegrasi muatan Pembelajaran, mata pelajaran atau program dalam mencapai Standar Kompetensi Lulusan.

Beban belajar dinyatakan dalam jam belajar setiap minggu untuk masa belajar selama satu semester. Beban belajar di SD/MI kelas I, II, dan III masing-masing 30, 32, 34 sedangkan untuk kelas IV, V, dan VI masing-masing 36 jam setiap minggu. Jam belajar SD/MI adalah 35 menit.

 

 

Struktur Kurikulum Madrasah Ibtadiyah (MI) adalah sebagai berikut:

 

MATA PELAJARAN

ALOKASI WAKTU BELAJAR

PER MINGGU

 
I II III IV V VI  
Kelompok A      
Pendidikan Agama Islam              
 

 

1.

a.  Al-Qur’an Hadits 2 2 2 2 2 2  
b.  Aqidah Akhlak 2 2 2 2 2 2  
c.  Fiqh 2 2 2 2 2 2  
d.  Sejarah Kebudayaan Islam 2 2 2 2  
2. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan 5 5 6 5 5 5  
3.  Bahasa Indonesia 8 9 10 7 7 7  
4.  Bahasa Arab 2 2 2 2 2 2  
5. Matematika 5 6 6 6 6 6  
6. Ilmu Pengetahuan Alam 3 3 3  
7. Ilmu Pengetahuan Sosial 3 3 3  
Kelompok B  
1. Seni Budaya dan Prakarya

(termasuk muatan lokal)*

4 4 4 5 5 5  
2. Pendidikan Jasmani, Olah Raga dan Kesehatan

(termasuk muatan lokal)

4 4 4 4 4 4  
3. Bahasa Inggris 2 2 2 2 2 2  
4. Teknologi Informasi dan Komunikasi 2 2 2  
Jumlah Alokasi Waktu Per Minggu 36 38 42 47 47 47  
= Pembelajaran Tematik Integratif

Keterangan:

*Muatan lokal dapat memuat Bahasa Daerah

Kegiatan Ekstra Kurikuler MI antara lain:

  • Pramuka (Wajib)
  • Dokcil
  • Futsal
  • Paduan Suara
  • Angklung
  • Karate
  • Sari Tilawah

 

  1. Pengaturan Beban Belajar (MI)

Beban belajar merupakan keseluruhan kegiatan yang harus diikuti peserta didik dalam satu minggu, satu semester, dan satu tahun pembelajaran:

  1. Beban belajar di Madrasah Ibtidaiyah dinyatakan dalam jam pembelajaran per minggu.
  2. Beban belajar satu minggu Kelas I adalah 36 jam pembelajaran.
  3. Beban belajar satu minggu Kelas II adalah 38 jam pembelajaran.
  4. Beban belajar satu minggu Kelas III adalah 42 jam pembelajaran.
  5. Beban belajar satu minggu Kelas IV, V, dan VI adalah 47 jam pembelajaran, durasi setiap satu jam pembelajaran adalah 35 menit.
  6. Beban belajar di Kelas I, II, III, IV, dan V dalam satu semester paling sedikit 18 minggu dan paling banyak 20 minggu.
  7. Beban belajar di kelas VI pada semester ganjil paling sedikit 18 minggu dan paling banyak 20 minggu.
  8. Beban belajar di kelas VI pada semester genap paling sedikit 14 minggu dan paling banyak 16 minggu.
  9. Beban belajar dalam satu tahun pelajaran paling sedikit 36 minggu dan paling banyak 40 minggu.

Kelompok A adalah mata pelajaran yang memberikan orientasi kompetensi lebih kepada aspek kognitif dan afektif sedangkan kelompok B adalah mata pelajaran yang lebih menekankan pada aspek afektif dan psikomotor.

Integrasi Kompetensi Dasar IPA dan IPS didasarkan pada keterdekatan makna dari konten Kompetensi Dasar IPA dan IPS dengan konten Pendidikan Agama dan Budi Pekerti, PPKn, Bahasa Indonesia, Matematika, serta Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan yang berlaku untuk kelas I, II, dan III. Sedangkan untuk kelas IV, V dan VI, Kompetensi Dasar IPA dan IPS berdiri sendiri dan kemudian diintegrasikan ke dalam tema-tema yang ada untuk kelas IV, V dan VI.

 

  1. Muatan Kurikulum

Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2015 tentang perubahan kedua Atas Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 20015 Tentang Standar Nasional Pendidikan. Pasal 77 B  pasal 6 Struktur Kurikulum untuk satuan pendidikan dasar berisi muatan umum.

Selanjutnya dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 35 Tahun 2018 tentang perubahan atas Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 58 Tahun 2014 Tentang Kurikulum 2013 Sekolah menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah. Pada Pasal 5 ayat (1) Menyebutkan “  Mata pelajaran Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (1) dikelompokkan atas:

  1. mata pelajaran umum Kelompok A; dan
  2. mata pelajaran umum Kelompok B.
    1. Mata pelajaran umum Kelompok A sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a merupakan program kurikuler yang bertujuan untuk mengembangkan kompetensi sikap, kompetensi pengetahuan, dan kompetensi keterampilan peserta didik sebagai dasar dan penguatan kemampuan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
    2. Mata pelajaran umum Kelompok B sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b merupakan program kurikuler yang bertujuan untuk mengembangkan kompetensi sikap, kompetensi pengetahuan, dan kompetensi keterampilan peserta didik terkait lingkungan dalam bidang sosial, budaya, dan seni.
    3. Muatan dan acuan pembelajaran mata pelajaran umum Kelompok A sebagaimana dimaksud pada ayat (2) bersifat nasional dan dikembangkan oleh Pemerintah.
    4. Muatan dan acuan pembelajaran mata pelajaran umum Kelompok B sebagaimana dimaksud pada ayat (3) bersifat nasional dan dikembangkan oleh

Pemerintah dan dapat diperkaya dengan muatan lokal oleh pemerintah daerah dan/atau satuan pendidikan.

  1. Adapun yang dimaksud Mata pelajaran umum Kelompok A sebagaimana Peraturan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 165 Tahun 2014 Tentang Kurikulum 2013 pada Madrasah terdiri atas:
    1. Pendidikan Agama Islam ;
      1. Al-Quran Hadits;
      2. Aqidah Akhlak;
      3. Fiqh;
      4. Sejarah Kebudayaan Islam
    2. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan;
    3. Bahasa Indonesia;
    4. Bahasa Arab;
    5. Matematika;
    6. Ilmu Pengetahuan Alam;
    7. Ilmu Pengetahuan Sosial; dan
    8. Bahasa Inggris.

Mata pelajaran umum Kelompok B sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b terdiri atas:

  1. Seni Budaya;
  2. Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan; dan
  3. Prakarya dan/atau Informatika.
  4. Ditambah dengan mata pelajaran muatan lokal yang berdiri sendiri.

Mata pelajaran Kelompok C berupa peminatan dan/atau Lintas minat pada jenjang Madrasah Aliyah dan Madrasah Aliyah Keahlian.

 

  1. Muatan Lokal

Muatan lokal sebagaimana diamanatkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 79 tahun 2014 tentang Muatan Lokal Kurikulum 2013, adalah bahan kajian atau mata pelajaran pada satuan pendidikan yang berisi muatan dan proses pembelajaran tentang potensi dan keunikan lokal.

Melihat Kondisi dan budaya dan tuntutan di era milenial serta mayoritas orang tua siswa dan masyarakat setempat yang tinggal di daerah yang religius, maka muatan lokal yang diangkat dalam kurikulum Madrasah Ibtidaiyah Negeri 7 Tangerang adalah Bahasa Inggris, Teknologi Informasi dan Komunikasi serta Baca Tulis Al-Qur’an (Tahfiz). Dengan adanya muatan lokal seperti tersebut diatas diharapkan siswa mampu untuk hidup dan berkehidupan di zaman yang milenial dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Pengembangan Mulok yang diterapkan di MI Ngeri 7 Tangerang dalam satu tahun pelajaran muatan lokal disesuaikan dengan perkembangan zaman, ciri khas dan potensi daerah yaitu Bahasa Inggris, TIK dan BTQ (Tahfiz) merupakan muatan lokal wajib yang diberikan di kelas.

Muatan lokal sebagaimana Permendikbud tersebut dirumuskan dalam bentuk dokumen yang terdiri atas:

  1. Kompetensi Dasar;
  2. silabus; dan
  3. buku teks pelajaran.
  4. Kegiatan Pengembangan Diri

Pengembangan diri merupakan kegiatan pendidikan di luar mata pelajaran, sebagai bagian integral dari kurikulum sekolah/madrasah. Kegiatan pengembangan diri merupakan upaya pembentukan watak dan kepribadian serta pengembangan bakat, minat dan keunikan diri peserta didik yang dilakukan melalui :

  1. Kegiatan ekstrakurikuler

Kegiatan eksrakurikuler dilaksanakan secara terjadwal di luar kelas oleh guru–guru pembina ekstra kurikuler, dikoordinir oleh seorang guru. Pengembangan diri melalui kegiatan ekstra kurikuler adalah kegiatan pendidikan di luar mata pelajaran untuk membantu pengembangan peserta didik sesuai dengan kebutuhan, potensi, bakat, dan minat mereka melalui kegiatan yang secara khusus diselenggarakan oleh pendidik dan atau tenaga kependidikan yang berkemampuan dan berkewenangan di sekolah/madrasah.

  1. Prinsip – prinsip Kegiatan Ekstra Kurikuler adalah:
  • Individual, yaitu kegiatan ekstra kurikuler yang sesuai dengan potensi, bakat dan minat peserta didik secara individual.
  • Pilihan, yaitu kegiatan ekstra kurikuler yang sesuai dengan keinginan dan diikuti secara sukarela peserta didik.
  • Keterlibatan aktif, yaitu kegiatan ekstra kurikuler yang menuntut keikutsertaan peserta didik secara penuh.
  • Menyenangkan, yaitu kegiatan ekstra kurikuler dalam suasana yang mengembirakan dan menimbulkan kepuasan peserta didik.
  • Etos kerja, yaitu kegiatan ekstra kurikuler yang membangun semangat peserta didik untuk bekerja dengan baik dan berhasil.
  • Kemanfaatan sosial, yaitu kegiatan ekstra kurikuler yang dilaksanakan untuk kepentingan masyarakat.

 

  1. Pengembangan diri melalui kegiatan Ekstra Kurikuler antara lain dengan kegiatan:
  • Krida, meliputi Kepramukaan, Dokter Kecil, Pasukan Pengibar Bendera (PASKIBRA).
  • Latihan/lomba keberbakatan/prestasi, meliputi pengembangan bakat olah raga, seni dan budaya, cinta alam, keagamaan.
  • Seminar, lokakarya, dan pameran, dengan substansi antara lain karier, pendidikan, kesehatan, perlindungan HAM, keagamaan, seni budaya.
  • Kegiatan lapangan, meliputi kegiatan yang dilakukan di luar sekolah berupa kunjungan ke obyek-obyek tertentu.

Adapun Kegiatan ekstrakurikuler yang dilaksankan di MI Negeri 7 Tangerang sesuai minat dan bakat  siswa yang terdiri atas :

  1. Kewiraan (Pengembangan kemandirian, disiplin, tanggungjawab, kepedulian, dll)
    • Pramuka
    • Dokter Kecil
  2. Olah Raga ( Pengembangan sportivitas)
  • Futsal
  • Karate
    1. Seni (Pengembangan kreativitas, cinta tanah air, kerja keras, kebersamaan, dll)
      • Angklung
      • Paduan Suara
    2. Keterampilan (Pengembangan Kemandirian, dlll)
      • Sari Tilawah

 

  1. Pembiasaan

Pembiasaan ditumbuhkan melalui kegiatan rutin, spontan, dan keteladanan yang baik di dalam kelas maupun di luar kelas. Sedangkan pembiasaan melalui kegiatan terprogram dilaksanakan secara bertahap disesuaikan dengan kalender pendidikan, semua guru berpartisipasi aktif dalam membentuk watak, kepribadian dan kebiasaan positif. Peran guru dalam hal ini memberikan bimbingan dan konseling, arah  pengembangan kebiasaan peserta didik dalam kehidupan sehari-hari dan sekaligus mengkoordinir penilaian prilaku mereka melalui pengamatan guru-guru terkait. Pengembangan diri melalui kegiatan pembiasaan adalah membiasakan perilaku  positif tertentu dalam kehidupan sehari-hari. Pembiasaan merupakan proses pembentukan sikap dan perilaku yang relatif menetap dan bersifat otomatis melalui proses pembelajaran yang berulang-ulang, baik dilakukan secara bersama-sama ataupun sendiri-sendiri. Hal tersebut juga akan menghasilkan suatu kompetensi. Pengembangan diri melalui pembiasaan ini dapat dilakukan secara terjadwal / tidak terjadwal baik di dalam maupun di luar kelas. Kegiatan pembiasaan terdiri :

 

 

 

 

 

 

 

 

Sifat Kegiatan Jenis Kegiatan Hasil yang diharapkan
Rutin, yaitu kegiatan yang dilakukan secara berulang-ulang dan teratur a.  Nilai Keagamaan

·    Berdoa sebelum dan sesudah belajar .

·     Sholat Dzuhur berjamaah

·     Sholat Dhuha

·     Tadarus

·     Baca Asmaul Husna

·     Sholat Jum’at

·     Peringatan hari besar keagamaan

b.  Nilai Kemandirian

·     Piket kelas

·     Jumat bersih

·     Budaya baca

·     Terbiasa berdoa setiap  belajar

·     Terbiasa melaksanakan sholat wajib berjamaah

·     Terbiasa melaksanakan sholat sunah

·     Terbiasa membaca Al Quran

·     Terbiasa menjaga kebersihan

·     Terbiasa membaca buku

Spontan, adalah kegiatan  yang dilakukan serta merta; atau tanpa direncanakan lebih dulu; kegiatan  ini dilakukan karena dorongan hati Pengembangan budaya sekolah :

·     Memberi dan menjawab salam

·     Meminta maaf

·     Berterima kasih

·     Mengunjungi orang yang sakit

·     Membuang sampah di tempatnya

·     Menolong orang yang sedang dalam kesulitan/kesusahan

·     Melerai pertengkaran

 

·     Siswa terbiasa membe-ri salam

·     Ikut merasakan pende-ritaan orang lain (berempati)

·     Peduli terhadap lingkungan yang ada disekitarnya

Keteladanan, adalah perbuatan, kelakuan, sifat, dsb. yang patut ditiru atau baik untuk dicontoh ·     Penampilan guru

·     Mengambil sampah dan membuang di tempatnya

·     Berbicara  santun

·     Mengucapkan terima kasih

·     Meminta maaf

·     Mendengarkan  pendapat orang lain

·     Menghargai perbedaan pendapat

·     Memberi kesempatan kepada orang yang lebih tua dan orang yang lebih  membutuhkan.

·     Menaati tata tertib (disiplin, tepat waktu, taat pada peraturan)

·     Memberi salam ketika bertemu

·     Berpakaian rapi dan bersih

·     Menepati janji

·     Memberikan penghargaan kepada orang yang berprestasi

·     Berperilaku sopan

·     Memuji pada orang yang baik

·     Mengakui kebenaran orang lain

·     Mengakui kesalahan diri sendiri

·     Berani mengambil keputusan

·     Berani berkata benar

·     Melindungi kaum yang lemah

·     Membantu kaum yang fakir

·     Mengunjungi teman yang sakit

·     Mengembalikan barang yang bukan miliknya

·     Membiasakan antri

·     Jujur dalam pikiran, perkataan, dan perbuatan

·    Siswa dapat meneladani perilaku guru.

 

  1. Pengembangan Pendidikan Karakter

Pengembangan pendidikan karakter tidak dirumuskan sebagai pokok bahasan secara terpisah, tetapi terintegrasi ke dalam mata pelajaran, pengembangan diri dan budaya sekolah. Di dalam mata pelajaran guru mengintegrasikan nilai-nilai yang dikembangkan dalam pendidikan budaya dan karakter bangsa ke dalam dokumen silabus dan RPP yang sudah ada dan dilaksanakan dalam proses belajar mengajar.  Indikator nilai-nilai karakter ada dua jenis yaitu (1) indikator keberhasilan sekolah dan kelas, dan (2) indikator keberhasilan untuk mata pelajaran.

Indikator keberhasilan  sekolah dan kelas adalah acuan yang digunakan  kepala sekolah, guru dan personalia sekolah dalam merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi sekolah sebagai lembaga pelaksana pendidikan budaya dan karakter bangsa. Indikator ini berkenaan juga dengan kegiatan sekolah yang diprogramkan dan kegiatan sekolah sehari-hari (rutin). Indikator mata pelajaran menggambarkan perilaku afektif seorang peserta didik berkenaan dengan mata pelajaran tertentu. Perilaku yang dikembangkan dalam indikator pendidikan budaya dan karakter bangsa bersifat progresif, artinya, perilaku tersebut berkembang semakin kompleks antara satu jenjang kelas dengan jenjang kelas di atasnya, bahkan dalam jenjang kelas yang sama. Guru memiliki kebebasan dalam menentukan berapa lama suatu perilaku harus dikembangkan sebelum ditingkatkan ke perilaku yang lebih kompleks.Nilai-nilai yang ditanamkan melalui pengembangan diri sebagai berikut.

Jenis Pengembangan Diri Nilai-nilai yang ditanamkan Strategi
A. Bimbingan Konseling (BK)

 

·    Religius

·    Kemandirian

·    Percaya diri

·    Kerja sama

·    Demokratis

·    Peduli sosial

·    Komunikatif

·    Jujur

·      Pembentukan karakter atau kepribadian

·      Pemberian motivasi

·      Bimbingan karier

 

B.       Kegiatan Ekstrakurikuler:

1.         Pramuka

 

 

·    Demokratis

·    Disiplin

·    Kerja sama

·    Rasa Kebangsaan

·    Toleransi

·    Peduli sosial dan lingkungan

·    Cinta damai

·    Kerja keras

·    Kepemimpinan

·      Latihan terprogram (kepemimpinan, berorganisasi)

 

 

2.         UKS dan Dokcil ·    Religius

·    Kemandirian

·    Peduli sosial

·    Toleransi

·    Disiplin

·    Komunikatif

·    Kerja keras

·      Latihan terprogram

 

3.   Majalah Dinding dan Jurnalistik ·    Komunikatif

·    Rasa ingin tahu

·    Kerja keras

·    Senang membaca

·    Menghargai prestasi

·    Jujur

·    Tanggung jawab

·    Disiplin

·    Percaya diri

·      Pembinaan rutin

·      Mengikuti perlombaan

·      Pameran atau pekan jurnalistik

·      Publikasi  secara internal

4.   Olahraga

 

·    Religius

·    Kemandirian

·    Jujur/sportivitas

·    Menghargai prestasi

·    Kerja keras

·    Cinta damai

·    Disiplin

·      Melalui latihan rutin (futsal,bulu tangkis, basket, taekwondo, karate, outbond)

·      Perlombaan olah raga

5.   Kerohanian

 

 

·    Religius

·    Kemandirian

·    Cinta tanah air

·    Jujur

·    Disiplin

·    Tekun

·    Kerja sama

 

·      Beribadah rutin

·      Peringatan hari besar agama

·      Kegiatan keagamaan

·       Melalui bimbingan dan latihan rutin: Taman Pendidikan Al-Qur’an dan marawis

6.   Seni  dan budaya

 

 

·    Religius

·    Kemandirian

·    Disiplin

·    Jujur

·    Peduli budaya

·    Peduli sosial

·    Cinta tanah air

·    Semangat kebangsaan

·      Melalui latihan rutin: seni lukis, seni tari, gambang kromong, biola, angklung

·      Mengikuti vokal grup

·      Berkompetisi internal dan eksternal

·      Pagelaran seni

7.         Club Bidang Studi (IPA dan Matematika) ·    Religius

·    Kemandirian

·    Komunikatif

·    Disiplin

·    Rasa ingin tahu

·    Tekun

·    Demokratis

·    Sabar

·    Toleransi

·    Kreatif

·    Senang membaca

·    Percaya diri

·      Melalui latihan rutin

·      Mengikuti berbagai lomba

8.         Kepemimpinan ·    Tanggung jawab

·    Keberanian

·    Tekun

·    Sportivitas

·    Disiplin

·    Mandiri

·    Demokratis

·    Cinta damai

·    Cinta tanah air

·    Peduli lingkungan

·    Peduli sosial

·    Keteladanan

·    Sabar

·    Toleransi

·    Kerja keras

·    Pantang menyerah

·    Kerja sama

·      Kepramukaan

·      Kegiatan kerohanian

·      Kegiatan madding dan jrnalistik

·      Kegiatan Dokcil

·      Kegiatan UKS

 

9.         Festival sekolah ·    Religius

·    Kemandirian

·    Kreativitas

·    Etos kerja

·    Tanggung jawab

·    kepemimpinan

·    Kerja sama

·      Pasar seni

·      Pameran karya siswa

·      Bazaar

·      Pasar murah

·      Karya seni

·      Peringatan hari-hari besar agama/nasional

7.  Program Remedial dan Pengayaan

Pembelajaran remedial pada hakikatnya adalah pemberian bantuan bagi peserta didik yang mengalami kesulitan atau kelambatan belajar. Pemberian pembelajaran remedial meliputi dua langkah pokok, yaitu pertama mendiagnosis kesulitan belajar, dan kedua memberikan perlakuan (treatment) pembelajaran remedial.Bentuk pelaksanaan pembelajaran remedial:

1)        Pemberian pembelajaran ulang dengan metode dan media yang berbeda jika jumlah peserta yang mengikuti remedial lebih dari 50%;

2)        Pemberian bimbingan secara khusus, misalnya bimbingan perorangan jika jumlah peserta didik yang mengikuti remedial maksimal 20%;

3)        Pemberian tugas-tugas kelompok jika jumlah peserta yang mengikuti remedial lebih dari 20 % tetapi kurang dari 50%;

4)        Pemanfaatan tutor teman sebaya.

a.   Pelaksanaan Remedial

  • Remedial dilakukan terhadap kompetensi dasar yang belum mencapai KKM
  • Pelaksanaan kegiatan remedial maksimal dilaksanakan sebanyak 3 kali dan/atau dihentikan pada saat ketuntasan klasikal mencapai minimal 85%.
  • Bentuk pelaksanaan pembelajaran remedial :
  1. Pemberian pembelajaran ulang dengan metode dan media yang berbeda jika jumlah peserta yang mengikuti remedial lebih   dari 50%.
  2. Pemberian bimbingan secara khusus, untuk bimbingan perorangan jika jumlah peserta didik yang mengikuti remedial maksimal 20%.
  3. Pemberian tugas-tugas kelompok jika jumlah peserta yang mengikuti remedial lebih dari 20 % tetapi kurang dari 50%.
  4. Pemanfaatan tutor teman sebaya.
  • Mekanisme pelaksanaan remidial secara teknik menggunakan langkah-langkah, sebagai berikut :
  1. Menganalisis hasil evaluasi belajar peserta didik setelah selesai 1 KD tertentu.
  2. Menentukan ketuntasan peserta didik dan nilai rerata secara individual maupun klasikal.
  3. Menetapkan teknik remedial yang akan diterapkan.
  4. Melakukan evaluasi/penilaian untuk mengetahui keberhasilan tindakan.
  5. Menganalisis hasil evaluasi remedial serta menentukan tindakan berikutnya.
  • Nilai remedial tidak melebihi dari nilai KKM.
  • Kegiatan remedial dilaksanakan di luar jam tatap muka.

 

  1. Pelaksanaan Pengayaan

Secara umum pengayaan dapat diartikan sebagai pengalaman atau kegiatan peserta didik yang melampaui persyaratan minimal yang ditentukan oleh kurikulum dan tidak semua peserta didik dapat melakukannya.

Adapun langkah-langkah Pembelajaran Pengayaan adalah sebagai berikut :

  1. Identifikasi kemampuan belajar berdasarkan jenis serta tingkat kelebihan belajar peserta didik misal belajar lebih cepat, menyimpan informasi lebih mudah, keingintahuan lebih tinggi, berpikir mandiri, superior dan berpikir abstrak, memiliki banyak minat.
  2. Identifikasi kemampuan berlebih peserta didik dapat dilakukan antara lain melalui: tes IQ, tes inventori, wawancara, pengamatan, dsb.
  3. Pelaksanaan Pembelajaran Pengayaan
    1) Belajar kelompok
    2) Belajar mandiri
    3) Pembelajaran berbasis tema
    4) Pemadatan kurikulum

Pemberian pembelajaran hanya untuk kompetensi/materi yang belum diketahui peserta didik. Dengan demikian tersedia waktu bagi peserta didik untuk memperoleh kompetensi/materi baru, atau bekerja dalam proyek secara mandiri sesuai dengan kapasitas maupun kapabilitas masing-masing. Pembelajaran pengayaan dapat pula dikaitkan dengan kegiatan penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstruktur.Pembelajaran pengayaan diintegrasikan dengan kegiatan penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstruktur. Penilaian hasil belajar kegiatan pengayaan, dihargai sebagai nilai tambah (lebih) dari peserta didik yang normal.

 

  1. Pendidikan Berbasis Keunggulan Lokal dan Global

Pendidikan berbasis keunggulan lokal dan global adalah pendidikan yang memanfaatkan keunggulan lokal dan global dalam  aspek ekonomi, seni budaya, SDM, bahasa, teknologi informasi dan komunikasi, ekologi, dan lain-lain ke dalam kurikulum sekolah yang akhirnya bermanfaat bagi pengembangan kompetensi peserta didik yang dapat dimanfaatkan untuk persaingan global.

Kurikulum keunggulan berbasis lokal yang dikembangkan di MI Negeri 7 Tangerang berupa hafalan Al Qur’an juz 30. Sistem pembinaan setoran dan evaluasi berupa munaqosyah pada setiap akhir semester dan bersertifikat bagi yang lulus munaqosyah. Materi hafalan dan munaqosyah dijelaskan pada tabel di bawah ini.

Kelas Materi Hafalan Indikator Penilaian
I An-Nash – Al-Kautsar 1. Kelancaran hafalan
II Al-Ma’un – Al-Qori’ah 2. Tajwid
III Al-‘Adiyat – Al-Insyiroh 3. Makhroj
IV Ad-Dhuha – Al-A’la  
V At-Thoriq – At-Takwir  
VI ‘Abasa- An-Naba  

Kurikulum keunggulan berbasis global yang dikembangkan di MI Negeri 7 Tangerang adalah tahfiz juz amma dan penguasaan Teknologi Informasi. Bentuk pembinaan keunggulan berbasis global berupa:

  1. Penguasaan Microsoft office (word, excel, dan power point) 
  2. Penilaian berbasis IT  (Smart Phone) 

 

  1. Sistem Informasi Penilaian
    1. Standar Penilaian Pendidikan (Menurut Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2016)

Berikut ini pengertian-pengertian terkait penilaian :.

  1. Standar Penilaian Pendidikan adalah kriteria mengenai lingkup, tujuan, manfaat, prinsip, mekanisme, prosedur, dan instrumen penilaian hasil belajar peserta didik yang digunakan sebagai dasar dalam penilaian hasil belajar peserta didik.
  2. Penilaian adalah proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk mengukur pencapaian hasil belajar peserta didik.
  3. Pembelajaran adalah proses interaksi yang direncanakan antara peserta didik dengan peserta didik lainnya, dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar.
  4. Penilaian hasil belajar oleh pendidik adalah proses pengumpulan informasi/ data tentang capaian pembelajaran peserta didik dalam aspek sikap, aspekpengetahuan, dan aspek keterampilan yang dilakukan secara terencana dan sistematis yang dilakukan untuk memantau proses, kemajuan belajar, dan perbaikan hasil belajar melalui penugasan dan evaluasi hasil belajar.
  5. Penilaian hasil belajar oleh satuan pendidikan adalah proses pengumpulan informasi/data tentang capaian pembelajaran peserta didik dalam aspek pengetahuan dan aspek keterampilan yang dilakukan secara terencana dan sistematis dalam bentuk penilaian akhir dan ujian sekolah/madrasah.
  6. Penilaian harian (PH) adalah kegiatan yang dilakukan oleh pendidik untuk mengukur pencapaian kompetensi dasar.
  7. Penilaian akhir semester (PAS) adalah kegiatan yang dilakukan untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik di akhir semester ganjil. Cakupan PAS meliputi seluruh KD pada semester ganjil.
  8. Penilaian akhir tahun (PAT) adalah kegiatan yang dilakukan untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik di akhir semester genap. Cakupan PAT meliputi seluruh KD pada semester genap.
  9. Ujian Sekolah/Madrasah adalah kegiatan yang dilakukan untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik sebagai pengakuan prestasi belajar dan/atau penyelesaian dari suatu satuan pendidikan.
  10. Penilaian sikap merupakan kegiatan yang dilakukan untuk memperoleh informasi deskriptif mengenai perilaku peserta didik di dalam dan di luar pembelajaran.
  11. Penilaian pengetahuan merupakan kegiatan yang dilakukan untuk mengukur penguasaan pengetahuan peserta didik.
  12. Penilaian keterampilan merupakan kegiatan yang dilakukan untuk mengukur kemampuan peserta didik dalam menerapkan pengetahuan dalam melakukan tugas tertentu.
  13. Prinsip penilaian adalah asas yang mendasari penilaian dalam pembelajaran.
  14. Mekanisme penilaian adalah prosedur dan metode penilaian yang dilakukan oleh pendidik.
  15. Prosedur penilaian adalah langkah-langkah penilaian yang dilakukan oleh pendidik.
  16. Teknik penilaian adalah cara yang digunakan oleh pendidik untuk melakukan penilaian dengan menggunakan berbagai bentuk instrumen penilaian.
  17. Instrumen penilaian adalah alat yang disusun dan digunakan untuk mengumpulkan dan mengolah informasi untuk mengukur pencapaian hasil belajar peserta didik.
  18. Kriteria Ketuntasan Minimal yang selanjutnya disebut KKM adalah kriteria ketuntasan belajar yang ditentukan oleh satuan pendidikan yang mengacu pada standar kompetensi lulusan, dengan mempertimbangkan karakteristik peserta didik, karakteristik mata pelajaran, dan kondisi satuan pendidikan.

 

  1. Prosedur Penilaian

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. Pendekatan Penilaian

Berdasarkan fungsinya, penilaian sering dibedakan dalam dua kelompok yaitu penilaian formatif dan sumatif. Penilaian formatif berfungsi untuk memberi umpan balik terhadap kemajuan belajar peserta didik, memperbaiki proses pengajaran atau pembelajaran dalam rangka meningkatkan pemahaman atau prestasi belajar peserta didik. Penilaian sumatif berungsi untuk menilai pencapaian siswa pada suatu periode waktu tertentu.

Pada perkembangan terakhir penilaian dibedakan dalam tiga kelompok, yaitu assessment of learning, assessment for learning, dan assessment as learning. Assessment of learning adalah penilaian terhadap apa yang telah dicapai peserta didik; assessment for learning adalah penilaian untuk mengidentifikasi kesulitan yang mungkin dihadapi peserta dan menemukan cara atau strategi untuk membantu peserta didik sehingga lebih mudah memahami dan membuat pembelajaran menjadi efektif. Assessment of learning pada dasarnya adalah penilaian sumatif dan assessment for learning dan assessment as learning adalah penilaian formatif. Assessment as learning, merupakan penilaian yang menekankan pada keterlibatan peserta didik untuk secara aktif berpikir mengenai proses belajar dan hasil belajarnya sehingga berkembang menjadi pembelajar yang mandiri (independent learner).

Konsep penilaian tersebut muncul berdasarkan ide bahwa belajar tidak hanya transfer pengetahuan dari seorang yang lebih mengetahui terhadap yang belum mengetahui, tetapi lebih merupakan proses pengolahan kognitif yang aktif yang terjadi ketika seseorang berinteraksi dengan ide-ide baru. Sejalan dengan perbedaan fungsi penilaian, metode yang digunakan juga berbeda. Sebagai contoh, pada assessment for learning metode yang digunakan hendaknya yang dapat menunjukkan secara jelas pemahaman atau penguasaan dan kelemahan peserta didik terhadap suatu materi. Karena penilaian formatif menyatu pada proses pembelajaran dan fokus pada umpan balik bagi pembelajaran. Untuk ini dapat digunakan berbagai metode sehingga memberi informasi yang komprehensif dan objektif seperti bertanya, percakapan, dan tugas-tugas. Sementara untuk penilaian sumatif, sesuai tujuannya, penilaian dilakukan pada waktu tertentu misalnya tengah semester, akhir semester, kenaikan kelas, dan akhir suatu jenjang pendidikan. Metode atau instrumen yang dapat digunakan ujian atau tes. Selama ini assessment of learning paling dominan dilakukan oleh pendidik dibandingkan assessment for learning dan assessment as learning. Diharapkan, saat ini pendidik lebih mengutamakan assessment as learning dan assessment for learning dibandingkan assessment of learning.

 

 

  1. Prinsip-prinsip Penilaian

Penilaian dilakukan berdasarkan prinsip-prinsip sebagai berikut.

  1. Sahih, berarti penilaian didasarkan pada data yang mencerminkan kemampuan yang diukur.
  2. Objektif, berarti penilaian didasarkan pada prosedur dan kriteria yang jelas, tidak dipengaruhi subjektivitas penilai.
  3. Adil, berarti penilaian tidak menguntungkan atau merugikan peserta didik karena berkebutuhan khusus serta perbedaan latar belakang agama, suku, budaya, adat istiadat, status sosial ekonomi, dan gender.
  4. Terpadu, berarti penilaian oleh pendidik merupakan salah satu komponen yang tak terpisahkan dari kegiatan pembelajaran.
  5. Terbuka, berarti prosedur penilaian, kriteria penilaian, dan dasar pengambilan keputusan dapat diketahui oleh pihak yang berkepentingan.
  6. Menyeluruh dan berkesinambungan, berarti penilaian oleh pendidik mencakup semua aspek kompetensi dengan menggunakan berbagai teknik penilaian yang sesuai, untuk memantau perkembangan kemampuan peserta didik.
  7. Sistematis, berarti penilaian dilakukan secara berencana dan bertahap dengan mengikuti langkah-langkah baku.
  8. Beracuan kriteria, berarti penilaian didasarkan pada ukuran pencapaian kompetensi yang ditetapkan.
  9. Akuntabel, berarti penilaian dapat dipertanggungjawabkan, baik dari segi teknik, prosedur, maupun hasilnya.

 

  1. Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM)

Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) adalah kriteria ketuntasan belajar yang ditentukan oleh satuan pendidikan yang mengacu pada standar kompetensi kelulusan, dengan mempertimbangkan karakteristik peserta didik, karakteristik muatan pelajaran, dan kondisi Satuan Pendidikan. Penentuan KKM harus mempertimbangkan setidaknya 3 aspek, yakni karakteristik peserta didik (intake), karakteristik muatan/mata pelajaran (kompleksitas), dan kondisi satuan pendidikan (pendidik dan daya dukung.

  1. Aspek karakteristik materi/kompetensi yaitu memperhatikan kompleksitas KD dengan mencermati kata kerja yang terdapat pada KD tersebut dan berdasarkan data empiris dari pengalaman guru dalam membelajarkan KD tersebut pada waktu sebelumnya. Semakin tinggi aspek kompleksitas materi/kompetensi, semakin menantang guru untuk meningkatkan kompetensinya.
  2. Aspek intake yaitu memperhatikan kualitas peserta didik yang dapat diidentifikasi antara lain berdasarkan hasil ujian jenjang sebelumnya, hasil tes awal yang dilakukan oleh sekolah, atau nilai rapor sebelumnya. Semakin tinggi aspek intake, semakin tinggi pula nilai KKMnya.
  3. Aspek guru dan daya dukung antara lain memperhatikan ketersediaan guru, kesesuaian latar belakang pendidikan guru dengan mata pelajaran yang diampu, kompetensi guru (misalnya hasil Uji Kompetensi Guru), rasio jumlah peserta didik dalam satu kelas, sarana prasarana pembelajaran, dukungan dana, dan kebijakan sekolah. Semakin tinggi aspek guru dan daya dukung,semakin tinggi pula nilai KKMnya.

Dalam menetapkan KKM, MI Negeri 7 Tangerang merumuskannya secara bersama-sama kepala madrasah, pendidik, dan tenaga kependidikan lainnya. KKM ini memungkinkan mengalami perubahan sesuai dengan perkembangan proses pembelajaran. KKM dituliskan dalam bentuk angka (bilangan bulat) dengan rentang 0 – 100.

Dengan demikian, penentuan KKM muatan pelajaran merupakan kewenangan pendidik yang disetujui di tingkat Satuan Pendidikan melalui rapat dewan guru. KKM yang dibuat di MI Negeri 7 Tangerang berbeda untuk setiap mata pelajaran

MI Negeri 7 Tangerang menentukan KKM yang berbeda untuk setiap mata pelajaran, dengan  mempertimbangkan panjang interval setiap mata pelajaran. KKM yang berbeda akan mengakibatkan interval predikat dan penentuan predikat yang berbeda.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Berikut ini Tabel KKM (MI)

KRETERIA KETUNTASAN MINIMAL

 

No.

 

Mata Pelajaran

Nilai KKM (%)
I II III IV V VI
1 Pendidikan Agama :

1)  Aqidah Akhlak

2)  Al-Quran Hadits

3)  Fiqh

4)  SKI

 

 

70

74

70

 

 

72

75

75

 

 

76

76

70

76

 

 

76

76

80

76

 

 

76

76

80

76

 

 

76

76

80

76

2 PPKn 65 74 75 72 74 75
3 Bahasa Indonesia 70 70 70 74 71 71
4 Bahasa Arab 64 63 65 65 65 65
5 Matematika 65 65 66 65 66 65
6 IPA 74 70 74
7 IPS 71 71 71
8 SBDP 75 78 78 75 76 78
9 PJOK 75 78 78 75 75 75
10 Mulok

1.   Bahasa Inggris

 

64

 

64

 

75

 

 

75

 

75

 

75

  2.   TIK 69 72 73

 

  1. Lingkup dan Teknik Penilaian
  2. Lingkup

 

Lingkup penilaian hasil belajar oleh pendidik mencakup aspek sikap, aspek pengetahuan, dan aspek keterampilan, sedangkan lingkup penilaian hasil belajar oleh satuan pendidikan mencakup aspek pengetahuan dan aspek keterampilan.

  1. Teknik Penilaian
  • Penilaian Sikap

Penilaian sikap dimaksudkan sebagai penilaian terhadap perilaku peserta didik dalam proses pembelajaran yang meliputi sikap spiritual dan sosial. Penilaian sikap memiliki karakteristik yang berbeda dari penilaian pengetahuan dan keterampilan sehingga teknik penilaian yang digunakan juga berbeda. Dalam hal ini, penilaian sikap lebih ditujukan untuk membina perilaku dalam rangka pembentukan karakter peserta didik.

 

  1. Sikap Spiritual

Kompetensi sikap spiritual (KI-1) yang akan diamati adalah menerima, menjalankan, dan menghargai ajaran agama yang dianutnya.

  1. Sikap Sosial

Kompetensi sikap sosial (KI-2) yang akan diamati mencakup perilaku antara lain: jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, guru, dan tetangga, dan negara.

Penilaian sikap terdiri atas penilaian utama dan penilaian penunjang. Penilaian utama diperoleh dari hasil observasi harian yang ditulis di dalam jurnal harian. Penilaian penunjang diperoleh dari penilaian diri dan penilaian antarteman, hasilnya dapat dijadikan sebagai alat konfirmasi dari hasil penilaian sikap oleh pendidik. Teknik penilaian yang digunakan adalah observasi melalui wawancara, catatan anekdot (anecdotal record), dan catatan kejadian tertentu (incidental record) sebagai unsur penilaian utama.

Tabel penilaian sikap

 

 

 

 

 

 

 

 

Tabel Mekanisme penilaian sikap antar teman

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  • Penilaian Pengetahuan

Penilaian pengetahuan (KD dari KI-3) dilakukan dengan cara mengukur penguasaan peserta didik yang mencakup dimensi pengetahuan faktual, konseptual, prosedural dan metakognisi dalam berbagai tingkatan proses berpikir. Prosedur penilaian pengetahuan dimulai dari penyusunan perencanaan, pengembangan instrumen penilaian, pelaksanaan penilaian, pengolahan, dan pelaporan, serta pemanfaatan hasil penilaian. Hasil penilaian pencapaian pengetahuan dilaporkan dalam bentuk angka, predikat, dan deskripsi. Angka menggunakan rentang nilai 0 sampai dengan 100. Predikat disajikan dalam huruf A, B, C, dan D. Rentang predikat (interval) ini ditentukan oleh Satuan Pendidikan dengan mempertimbangkan KKM.

Deskripsi dibuat dengan menggunakan kalimat yang bersifat memotivasi dengan pilihan kata/frasa yang bernada positif. Teknik penilaian pengetahuan menggunakan tes tertulis, lisan, dan penugasan.

Prosedur penilaian Pengetahuan pada jenjang MI;

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. Tes Tertulis

Tes tertulis adalah tes yang soal dan jawabannya secara tertulis, antara lain berupa pilihan ganda, isian, benar-salah, menjodohkan, dan uraian.

  1. Tes Lisan

Tes lisan berupa pertanyaan-pertanyaan, perintah, kuis yang diberikan pendidik secara lisan dan peserta didik merespon pertanyaan tersebut secara lisan. Tes lisan bertujuan menumbuhkan sikap berani berpendapat, mengecek penguasaan pengetahuan untuk perbaikan pembelajaran, percaya diri, dan kemampuan berkomunikasi secara efektif.

  1. Penugasan

Penugasan adalah pemberian tugas kepada peserta didik untuk mengukur pengetahuan dan memfasilitasi peserta didik memperoleh atau meningkatkan pengetahuan. Tugas dapat dikerjakan secara individu atau kelompok sesuai karakteristik tugas. Tugas tersebut dapat dilakukan di madrasah, di rumah, atau di luar madrasah.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  • Penilaian Keterampilan

Penilaian keterampilan (KD dari KI-4) dilakukan dengan teknik penilain kinerja, penilaian proyek, dan portofolio. Penilaian keterampilan menggunakan angka dengan rentang skor 0 sampai dengan 100, predikat, dan deskripsi.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. Kriteria Kenaikan Kelas dan Kriteria Kelulusan dan Mutasi dari MI Negeri 7 Tangerang
  2. Kriteria Kenaikan Kelas

Kenaikan kelas peserta didik ditetapkan melalui rapat dewan guru dengan mempertimbangkan berbagai aspek yang telah disepakati oleh seluruh warga MI Negeri 7 Tangerang dengan mempertimbangkan antara lain:

  1. minimal kehadiran,
  2. ketaatan pada tata tertib MI Negeri 7 Tangerang
  3. Peserta didik dinyatakan tidak naik kelas apabila hasil belajar dari paling sedikit 3 (tiga) mata pelajaran pada kompetensi pengetahuan keterampilan belum tuntas dan/atau sikap belum baik.
  4. Peserta didik mengikuti seluruh rangkaian proses pembelajaran dan penilaian yang maksimal.

Selain 4 hal tersebut, Peserta didik  dinyatakan naik kelas apabila :

  1. Berkelakuan baik sesuai dengan standar penilaian madrasah, yaitu : tidak merokok, tidak pernah terlibat/menggunakan narkoba dan obat-obat psikotropika, tidak terlibat tindak kriminal, tidak melakukan aksi vandalis, tidak melakukan ”pergaulan bebas”;
  2. Prosentase kehadiran dalam kegiatan belajar sekurang-kurangnya 90% dari jumlah hari efektif dalam satu tahun pelajaran, dengan jumlah ketidakhadiran tanpa keterangan maksimal 6 hari dan ketidakhadiran dengan keterangan izin maksimal 15 hari. Kehadiran kurang dari 90% harus dengan alasan yang dapat dipertanggungjawabkan seperti sakit dibuktikan dengan surat keterangan Dokter;
  3. Telah mencapai nilai ketuntasan minimal yang ditetapkan oleh  madrasah pada semua mata pelajaran dengan mencakup seluruh   standar kompetensi, kompetensi dasar, dan indikator pada masing- masing mata pelajaran;
  4. Memiliki nilai rapor semua aspek pada semua mata pelajaran sampai dengan semester 2 pada kelas yang bersangkutan;
  5. Siswa yang belum mencapai nilai standar ketuntasan belajar minimal, baik seluruh maupun sebagian aspek pada masing-masing mata pelajaran terkait, harus mengikuti  pembelajaran dan penilaian remedial   (perbaikan). Pembelajaran dan penilaian remedial dilakukan oleh guru mata pelajaran yang bersangkutan dan harus selesai sebelum pelaksanaan sidang verifikasi  kenaikan kelas.

 

  1. Kriteria Kelulusan dari Satuan Pendidikan

Kelulusan dan kriteria kelulusan peserta didik dari MI Negeri 7 Tangerang ditetapkan melalui rapat dewan guru. Peserta didik dinyatakan lulus dari MI Negeri 7 Tangerang setelah memenuhi syarat berikut;

  1. Menyelesaikan seluruh program pembelajaran;
  2. Memperoleh nilai sikap/perilaku minimal Baik; dan
  3. Lulus Ujian Sekolah seluruh muatan/mata pelajaran.
  1. Mutasi

Prinsip dasar penyelenggaraan pendidikan dilaksanakan secara demokratis dan berkeadilan, serta tidak diskriminâtif dengan menjunjung tinggi hak asasi setiap manusia, nilai keagamaan, nilai kultural, dan kemajemukan bangsa Indonesia. Prinsip tersebut berlaku tidak hanya pada proses kegiatan pembelajaran yang berlangsung di dalam kelas, tetapi berlaku juga pada tahap penerimaan dan perpindahan peserta didik. Karena “pindah Belajar” merupakan hak setiap peserta didik seperti yang tercantum di dalam pasal 12 (ayat 1, poin ke 5) UU No. 20 Tahun 2003, yang berbunyi:

“Setiap peserta didik pada setiap satuan pendidikan berhak pindah ke program pendidikan pada jalur dan satuan pendidikan lain yang setara.”

Berikut ini aturan-aturan yang berkaitan dengan pindah Belajar peserta didik dari MI Negeri 7 Tangerang, maupun dari jalur pendidikan lain yang setara, pada jenjang dasar (SD/MI).

Adapun Aturan/syarat secara prosedur pindah Belajar peserta didik  MI Negeri 7 Tangerang:

  1. SD/MI atau bentuk lain yang sederajat wajib menerima warga negara berusia 7 (Tujuh) tahun sampai dengan 12 (Dua Belas) tahun sebagai peserta didik sampai dengan batas daya tampungnya. dengan batas daya tampungnya yaitu paling banyak 36 orang per rombongan belajar/kelas.
  2. Peserta didik jalur nonformal dan ‘informal dapat diterima di MIN 7 Tangerang, atau bentuk lain yang sederajat tidak pada awal kelas 1 (satu) setelah memenuhi persyaratan: terdapat kuota dalam kelas yang kurang dari 36 orang per rombongan belajar, dan lulus tes kelayakan dan penempatan yang diselenggarakan oleh satuan pendidikan formal yang bersangkutan. Tidak hanya peserta didik jalur formal sajayang diperbolehkan untuk pindah sekolah, tetapi juga peserta didik dari jalur nonformal ataupun informal memiliki kesempatan yang sama.
  3. Peserta didik pendidikan dasar setara SD/MI di negara lain dapat pindah ke MIN 7 Tangerang, atau bentuk lain yang sederajat di Indonesia setelah memenuhi persyaratan: menunjukkan ijazah atau dokumen lain yang membuktikan bahwa yang bersangkutan telah menyelesaikan pendidikan dasar setara SD; dan lulus tes kelayakan dan penempatan yang diselenggarakan oleh satuan pendidikan yang bersangkutan. Melalui ayat di pasal ini pemerintah Indonesia memfasilitasi peserta didik setara SD/MI dari Negara lain untuk dapat pindah sekolah di Indonesia, dengan syarat lulus tes kelayakan dan penempatan sekolah yang dituju terlebih dulu.
  4. Satuan pendidikan memberikan bantuan penyesuaian akademik, sosial, dan/atau mental yang diperlukan oleh peserta didik berkelainan dan peserta didik pindahan dari satuan pendidikan formal lain atau jalur pendidikan lain. Bantuan bisa berupa penyesuaian nilai mata pelajaran dan nilai raport, bantuan pengenalan lingkungan sekolah dll. Penerimaan peserta didik pada satuan pendidikan dasar dilakukan secara objektif, transparan, dan akuntabel.
  5. Keputusan penerimaan calon peserta didik menjadi peserta didik dilakukan secara mandiri oleh rapat dewan guru yang dipimpin oleh kepala satuan pendidikan. Setiap satuan pendidikan diberikan wewenang khusus untuk menerima atau tidaknya pindahan peserta didik melalui rapat guru yang dipimpin oleh kepala Madrasah. Salah satu tujuan dari rapat ini adalah untuk mendengarkan pendapat dari wali kelas tentang kondisi daya tampung kelas/jumlah peserta didik. Satuan pendidikan dasar (RA/MI/SD/SMP/MTs) dapat menerima peserta didik pindahan dan satuan pendidikan dasar lain.
  6. Satuan pendidikan dapat menetapkan tata cara dan persyaratan tambahan penerimaan peserta didik pindahan. Pemerintah memberikan hak kepada setiap satuan pendidikan untuk membuat juknis dan persyaratan tambahan penerimaan peserta didik pindahan sesuai dengan aturan yang berlaku dimasing-masing sekolah. Persyaratan tambahan dan tatacara penerimaan peserta didik pindahan yang berlaku ditiap-tiap satuan pendidikan dengan ketentuan tidak boleh bertentanganlmelanggar ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. (PP No. 66 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan ).

 

  1. Kalender Pendidikan

Kalender pendidikan adalah pengaturan waktu untuk kegiatan pembelajaran peserta didik selama satu tahun pelajaran. Kalender pendidikan mencakup permulaan tahun pelajaran, minggu efektif belajar, waktu pembelajaran efektif dan hari libur.  Setiap permulaan awal tahun pelajaran, sekolah menyusun kalender pendidikan untuk mengatur waktu kegiatan pembelajaran selama satu tahun ajaran, mencakup permulaan tahun pelajaran, minggu efektif belajar, waktu pembelajaran efektif dan han libur.

Pengaturan waku belajar mengacu kepada standar isi dan disesuaikan dengan kebutuhan daerah, karakteristik sekolah, kebutuhan peserta didik dan masyarakat,

serta ketentuan dari pemerintah atau pemerintah daerah. Beberapa aspek penting yang perlu diperhatikan dalam menyusun kalender pendidikan sebagai berikut:

  1. Pengaturan Permulaan tahun pelajaran

adalah waktu dimulainya kegiatan pembelajaran pada awal tahun pelajaran pada setiap satuan pendidikan. Permulaan tahun pelajaran telah ditetapkan oleh pemerintah yaitu pada bulan Juli 2019 setiap tahun dan berakhir pada bulan Juni tahun berikutnya.

  1. Jumlah Minggu Efektif Belajar Selama Satu Tahun Pelajaran

Kalender pendidikan adalah pengaturan waktu untuk kegiatan pembelajaran peserta didik selama satu tahun ajaran yang mencakup permulaan tahun pelajaran, minggu efektif belajar, waktu pembelajaran efektif dan hari libur, dan kegiatan lainnya dapat dilihat pada tabel berikut ini.

 

Tabel Alokasi Waktu pada Kalender Pendidikan

 

No Kegiatan Alokasi Waktu Keterangan
1 Minggu efektif  belajar Minimum 34 minggu dan maksimum 38 minggu Digunakan untuk kegiatan pembelajaran efektif pada setiap satuan pendidikan
2 Jeda tengah semester Maksimum 2 minggu Satu minggu setiap semester
3 Jeda antar semester Maksimum 2 minggu Antara semester I dan II
4 Libur akhir tahun pelajaran Maksimum 3 minggu Digunakan untuk penyiapan kegiatan dan administrasi akhir dan awal tahun pelajaran

 

5 Hari libur keagamaan  2 – 4 minggu Daerah khusus yang memerlukan libur keagamaan lebih panjang dapat mengaturnya sendiri tanpa mengurangi jumlah minggu efektif belajar dan waktu pembelajaran efektif

 

6 Hari libur umum/nasional Maksimum 2 minggu Disesuaikan dengan Peraturan Pemerintah
7 Hari libur khusus Maksimum 1 minggu Untuk satuan pendidikan sesuai dengan ciri kekhususan masing-masing

 

8 Kegiatan khusus sekolah/madrasah Maksimum 3 minggu Digunakan untuk kegiatan yang diprogramkan secara khusus oleh sekolah/madrasah tanpa mengurangi jumlah minggu efektif belajar dan waktu pembelajaran efektif

 

 

Keterangan :

  • Permulaan tahun pelajaran adalah waktu dimulai kegiatan pembelajaran pada awal tahun pelajaran pada setiap setahun pendidikan
  • Minggu efektif belajar adalah jumlah minggu kegiatan pembelajaran untuk setiap tahun pelajaran pada setiap setahun pendidikan.
  • Waktu pembelajaran efektif adalah jumlah jam pembelajaran setiap minggu,meliputi jumlah jam pembelajaran untuk seluruh mata pelajaran termasuk muatan Lokal, ditambah jumlah jam untuk kegiatan pengembangan diri.
  • Waktu libur adalah waktu yang ditetapkan untuk tidak diadakan kegiatan pembelajaran terjadwal pada satuan pendidikan yang dimaksud. Waktu libur dapat berbentuk jeda  tengah semester, jedah antar semester, libur tahun akhir tahun pelajaran, hari libur keagamaan, hari libur umum  termasuk hari-hari besar nasional, dan hari libur khusus.

Kurikulum satuan pendidikan pada setiap jenis dan jenjang diselenggarakan dengan mengikuti kalender pendidikan pada setiap tahun ajaran. Kalender pendidikan adalah pengaturan waktu dan pemetaan beban belajar untuk kegiatan pembelajaran peserta didik selama satu tahun ajaran yang mencakup permulaan tahun pelajaran, minggu efektif belajar, waktu pembelajaran efektif dan hari libur. Permulaan tahun pelajaran  adalah waktu dimulainya kegiatan pembelajaran pada awal tahun pelajaran pada setiap satuan pendidikan. Minggu efektif belajar adalah jumlah minggu kegiatan pembelajaran  untuk setiap tahun pelajaran pada setiap satuan pendidikan. Waktu pembelajaran efektif adalah jumlah jam pembelajaran setiap minggu, meliputi jumlah jam pembelajaran untuk seluruh matapelajaran termasuk muatan lokal. Waktu libur adalah waktu yang ditetapkan untuk tidak diadakan kegiatan pembelajaran terjadwal pada satuan pendidikan yang dimaksud. Waktu libur dapat berbentuk jeda tengah semester, jeda antar semester, libur akhir tahun pelajaran, hari libur keagamaan, hari libur umum termasuk hari-hari besar nasional, dan hari libur khusus.

Sesuai dengan Standar Isi, maka dalam Pengembangan Kalender Pendidikan MI Negeri 7 Tangerang mengacu pada rambu-rambu sebagai berikut:

  1. Permulaan tahun pelajaran adalah bulan Juli setiap tahun dan berakhir pada bulan Juni tahun berikutnya.
  2. Hari libur sekolah ditetapkan berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan Nasional, dan/atau Menteri Agama dalam hal yang terkait dengan hari raya keagamaan, Kepala Daerah tingkat Kabupaten/Kota, dan/atau organisasi penyelenggara pendidikan dapat menetapkan hari libur khusus.
  3. Kalender pendidikan untuk setiap satuan pendidikan dikembangkan oleh masing-masing satuan pendidikan berdasarkan alokasi waktu sebagaimana tersebut pada dokumen Standar Isi ini dengan memperhatikan ketentuan dari pemerintah/pemerintah daerah.
  4. Alokasi Waktu pada Kelender Pendidikan adalah sebagai berikut:

Alokasi waktu minggu efektif belajar, waktu libur lainnya

No Kegiatan Alokasi Waktu Keterangan
1. Minggu efektif  belajar Minimum 36 minggu dan maksimum 40 minggu Digunakan untuk kegiatan pembelajaran efektif pada setiap satuan pendidikan
2. Jeda tengah semester Maksimum 2 minggu Satu minggu setiap semester
3. Jeda antarsemester Maksimum 2 minggu

 

Antara semester I dan II
4. Libur akhir tahun pelajaran Maksimum 3 minggu Digunakan untuk penyiapan kegiatan dan administrasi akhir dan awal tahun pelajaran
5. Hari libur keagamaan  2 – 4 minggu Daerah khusus yang memerlukan libur keagamaan lebih panjang dapat mengaturnya sendiri tanpa mengurangi jumlah minggu efektif belajar dan waktu pembelajaran efektif
6. Hari libur umum/nasional Maksimum 2 minggu Disesuaikan dengan Peraturan Pemerintah
7. Hari libur khusus Maksimum 1 minggu Untuk kegiatan tertentu
8. Kegiatan khusus sekolah/madrasah Maksimum 3 minggu Digunakan untuk kegiatan yang diprogramkan secara khusus oleh sekolah/madrasah tanpa mengurangi jumlah minggu efektif belajar dan waktu pembelajaran efektif

 

 

 

  1. Permulaan Tahun Ajaran

Permulaan tahun ajaran adalah waktu dimulainya kegiatan pembelajaran pada awal tahun ajaran pada setiap satuan pendidikan. Tahun Pelajaran 2019/2020 pada Madrasah dimulai pada hari senin tanggal 15 Juli 2019

Tabel 5.1. Tabel Kegiatan Awal Tahun Pelajaran 2019/2020

Sumber: Arsip MI Negeri 7 Tangerang

 

NO TANGGAL KEGIATAN MADRASAH
1 Senin-Rabu, 15-17 Juli 2019 Kegiatan Awal Masuk Madrasah / Matsama
2 Sabtu, 27 Juli 2019 Sosialisasi Program Madrasah
3 Minggu, 11 Agustus 2019 Hari Raya Idul Adha  1440 H
4 Selasa, 13 Agustus 2019 Kegiatan Pelaksanaan Qurban
5 Rabu-Kamis, 14- 15 Agustus 2019 Kemping Peringatan Hari Pramuka
6 Jumat, 16 Agustus 2019 Perlombaan peringatan HUT RI Ke-74
7 Sabtu, 17 Agustus 2019 Peringatan HUT RI ke-74
8 Jumat, 23 Agustus 2019 KKG
9 Sabtu, 31 Agustus 2019 Karnaval Peringatan Tahun Baru Hijriah 1441 H
10 Minggu, 1 September 2019 Tahun Baru Hijriah 1441 H
11 Jumat, 6 dan 20 September 2019 KKG
12 Kamis, 12 September 2019 Outing Class
13 Rabu, 25 september 2019 Outing Class
14 Sabtu, 28 September 2019 Pembinaan Kesiswaan
15 Rabu, 2 Oktober 2019 Hari Batik Nasional
16 Jumat, 4 dan 18 Oktober 2019 KKG
17 Sabtu, 5 Oktober 2019 Outing Class
18 Sabtu, 19 Oktober 2019 Outing Class
19 Selasa, 22 Oktober 2019 Peringatan Hari Santri Nasional
20 Sabtu, 26 Oktober 2019 Pembinaan kesiswaan
21 Kamis, 31 Oktober 2019 Outing Class
22 Sabtu, 9 Nopember 2019 Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.
23 Minggu, 10 Nopember 2019 Hari Pahlawan
24 Senin, 11 Nopember 2019 Upacara Peringatan Hari Pahlawan
25 Jumat, 8 dan 22 Nopember 2019 KKG
26 Senin, 25 Nopember 2019 Hari Guru Nasional
27 Sabtu, 30 Nopember 2019 Pembinaan kesiswaan
28 Senin-Sabtu, 2-7 Desember 2019 PAS
29 Senin-Selasa, 9-10 Desember 2019 Class meeting
30 Rabu-Kamis, 11-19 Desember 2019 Penilaian dan Pengisian Rapot
31 Jumat, 20 Desember 2019 Penyerahan Buku Laporan Hasil Belajar (Rapot)
32 Sabtu, 21 Desember 2019 – 4 Januari 2020 Libur semester ganjil
33 Minggu, 1 Januari 2020 Tahun Baru Masehi
34 Jumat, 3 Januari 2020 Upacara HAB
35 Senin, 6 Januari 2020 Awal masuk semester genap
36 Jumat, 17 dan 31 Januari 2020 KKG
37 Sabtu, 25 Januari 2020 Pembinaan kesiswaan
38 Senin, 03 Februari 2020 Awal kegiatan bimbel kelas 6
39 14 dan 28 Februari 2020 KKG
40 Selasa, 25 Februari 2020 Tahun Baru Imlek
41 Sabtu, 29 Februari 2020 Pembinaan kesiswaan
42 Sabtu, 21 Maret 2020 Training Motivasi Kelas 6
43 Minggu, 22 Maret 2020 Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW
44 23-28 Maret 2020 Ujian Praktik Kelas 6
45 Rabu, 25 Maret 2020 Hari Raya Nyepi
46 Kamis-Sabtu, 26-28 Maret 2020 Praktik Ibadah Kelas 1-5
47 Kamis-Selasa, 26-31 Maret 2020 PPDB 2020/2021
48 Kamis, 2 April 2020 Pengumuman Hasil Seleksi PPDB
49 Sabtu, 4 April 2020 Study Wisata Kelas 6
50 6 – 30 April 2020 Perkiraan UAM/USBN Kelas 6
51 Jumat, 10 April 2020 Wafat Isa Al Masih
52 Sabtu, 11 April 2020 Sosialisasi dan Wawancara Orang Tua Peserta Didik Baru
53 24-25 April 2020 Libur Awal Puasa
54 Jumat, 1 Mei 2020 Hari Buruh Internasional
55 Kamis, 7 Mei 2020 Hari Raya Waisak
56 15 16 Mei 2020 Pesantren Ramadhan
57 18-30 Mei 2020 Libur sekitar Hari Raya Idul Fitri 1441 H
58 Kamis, 21 Mei 2020 Kenaikan Isa Al Masih
59 24-25 Mei 2020 Hari Raya Idul Fitri 1441 H
60 Senin, 1 Juni 2020 Hari Lahir Pancasila
61 2-9 Juni 2020 Penilaian Akhir Tahun
62 10-15 Juni 2020 Penilaian dan Pengisian Rapot
63 16 – 18 Juni 2020 Wisuda dan Ihtifalan
64 Sabtu, 20 Juni 2020 Penyerahan Buku Laporan Hasil Belajar (Rapot)
65 22 Juni-11 Juli 2020 Libur Akhir Tahun Pelajaran

 

  1. Minggu Efektif Belajar

Menentukan Jumlah Minggu Efektif setiap Tahun Ajaran baru adalah sesuatu hal yang wajib dilakukan oleh guru. Rincian Minggu Efekti digunakan untuk menghitung berapa jumlah jam tatap muka dalam satu semester, rincian minggu efektif dibuat dalan dua kali yakni pada semester gasal dan juga pada semester genap dalam satu tahun ajaran.

Rincian Minggu Efektif Tahun Ajaran 2019/2020 ini terhitung memiliki jumlah minggu efektif dalam semester gasal sebanyak 24 Minggu efektif. Cara penghitungan atau cara menentukan berapa banyak jumlah minggu efektif dalam satu semester adalah dengan menghitung banyaknya jumlah minggu yang tersedia dalam satu semester Tahun Ajaran 2019/2020 dikurangi dengan jumlah minggu yang tidak efektif.

Setelah menentukan jumlah banyaknya minggu efektif daam satu semester, maka yang dilakukan selanjutnya adalah mengalikan dengan jumlah jam tatap muka pada mata pelajaran yang guru ampu, misalnya anda mengajar bahasa jawa dan memiliki tatap muka sebanyak 2 Jam Pelajaran, hitungannya adalah sebagai berikut Jumlah Minggu Efektif x Jumlah Jam Tatap muka.

Pada Rincian Minggu Efekti Tahun Ajaran 2019/2020, semester Gasal ini memiliki jumlah minggu 24 Minggu, dan memiliki jumlah minggu yang tidak efektif 2 Minggu.

Tabel 5.3 Tabel Perincian Minggu Efektif

Sumber: Arsip MIN 7 Tangerang

 

No Bulan HK MTE ME HL HE
SEMESTER I
1 JULI 2019 31 2 2 16 15
2 AGUSTUS 2019 31 0 4 5 26
3 SEPTEMBER 2019 30 0 4 6 24
4 OKTOBER 2019 31 0 4 5 26
5 NOPEMBER 2019 30 0 4 4 26
6 DESEMBER 2019 31 2 2 18 13
Jumlah 184 4 20 54 130
SEMESTER II
7 JANUARI 2020 31 1 3 5 26
8 PEBRUARI 2020 28 0 4 5 23
9 MARET 2020 31 0 4 6 25
10 APRIL 2020 30 0 4 6 24
11 MEI 2020 31 1 3 10 21
12 JUNI 2020 30 3 1 24 6
Jumlah 181 5 19 56 125
Jumlah Total 365 9 39 110 255

 

Waktu belajar menggunakan sistem semester yang membagi 1 tahun pelajaran menjadi semester 1 (satu) dan semester 2 (dua). Kegiatan pembelajaran dilaksanakan selama 6 (enam) hari, yaitu :

Tabel 5.4 Tabel Perincian Waktu Belajar Jam Efektif Tiap Minggu

Sumber: Arsip MIN 7 Tangerang

 

NO HARI WAKTU BELAJAR
1 Senin 07.00 – 14.25
2 Selasa 07.00 – 13.50
3 Rabu 07.00 – 14.25
4 Kamis 07.00 – 14.25
5 Jum’at 07.00 – 10.30
6 Sabtu 07.00 – 10.30

 

  1. Pengaturan Waktu Belajar Efektif
  2. Minggu efektif belajar adalah jumlah minggu kegiatan pembelajaran untuk setiap tahun ajaran pada setiap satuan pendidikan,
  3. Waktu pembelajaran efektif adalah jumlah jam pembelajaran setiap minggu yang meliputi jumlah jam pembelajaran untuk seluruh mata pelajaran termasuk muatan lokal, ditambah jumlah jam untuk kegiatan lain yang dianggap penting oleh satuan pendidikan, yang pengaturannya disesuaikan dengan keadaan dan kondisi daerah.

 

  1. Rencana Program/Kegiatan Pendidikan

Rencana Kerja MI Negeri 7 Tangerang disusun dengan mempertimbangkan keadaan madrasah, harapan pemangku kepentingan, dan tantangan dalam lingkungan strategis pendidikan di madrasah agar sasaran dan program pengembangan madrasah dalam 4 tahun ke depan lebih realistis dan konsisten dengan prinsip-prinsip pengelolaan  pendidikan yang efektif, efisian, akuntabel, dan demokratis.

Dalam bab ini dikemukakan hasil pengembangan program madrasah,  yang mencakup telaah mengenai: (1) sasaran, (2) program, (3) indikator keberhasilan, (4) kegiatan, (5) penanggung jawab, dan (6) jadwal kegiatan.

Sasaran digunakan sebagai panduan dalam menyusun program dan kegiatan yang akan dilakukan dalam waktu 4 tahun  guna merealisasikan alternatif pemecahan tantangan yang telah dirumuskan pada tahap II (lihat tabel B kolom 2). Dalam menetapkan sasaran, madrasah telah melakukan analisis kesiapan madrasah untuk mencapai sasaran tersebut, antara lain dengan melihat kesiapan sumber daya manusia, sarana & prasarana,  keuangan, dan situasi serta kondisi sekolah. Rumusan sasaran pengembangan madrasah dalam kurun waktu 4 tahun ke depan..

Setelah sasaran dirumuskan, sekolah menetapkan program-program yang perlu dikembangkan di madrasah. Program merupakan  pernyataan yang berisi kesimpulan dari beberapa alternatif pemecahan tantangan utama yang memiliki karakteristik yang saling mendukung, saling tergantung, atau saling berkaitan untuk mencapai suatu tujuan yang sama. Berdasarkan hasil identifikasi pemecahan tantangan utama tersebut, maka program-program yang akan dikembangkan di MI Negeri 7 Tangerang sebagai berikut.

  1. Pengembangan kurikulum dan pembelajaran.
  2. Perbaikan Administrasi & Manajemen Sekolah.
  3. Pengembangan Organisasi & Kelembagaan.
  4. Perbaikan Sarana dan Prasarana.
  5. Peningkatan kualitas SDM (ketenagaan).
  6. Peningkatan Pembiayaan dan Pendanaan Madrasah.
  7. Peningkatan Peran Serta Masyarakat.
  8. Peningkatan Prestasi Peserta Didik.
  9. Peningkatan kualitas Lingkungan dan Budaya Madrasah.

Untuk mengetahui keberhasilan apakah program/sasaran yang ditetapkan berhasil atau tidak, maka Madrasah telah merumuskan indikator keberhasilan. Indikator keberhasilan yang dirumuskan, berkaitan dengan proses dan/atau hasil akhir. Rumusan indikator keberhasilan..

Setelah indikator keberhasilan ditetapkan, langkah berikutnya adalah merumuskan kegiatan-kegiatan yang perlu dilakukan di madrasah. Kegiatan pada dasarnya merupakan tindakan-tindakan yang akan dilakukan di dalam program untuk memecahkan tantangan yang dihadapi madrasah. Sedangkan penanggung jawab program dan kegiatan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Share this 

Facebook 0
WhatsApp
Twitter
Google+ 0
Email